Log in / Sign up

Yuk baca referensi medika di jejaring kesehatan keluarga

Sakit kepala tipe migrain

Nyeri kepala banyak jenisnya, salah satunya adalah nyeri kepala tipe migrain. Nyeri kepala tipe migrain termasuk ke dalam nyeri kepala primer. Nyeri kepala primer lain yang banyak kejadiannya adalah nyeri kepala tipe tegang. Keluhan nyeri kepala oleh orang awam sering disebut sebagai SAKIT KEPALA, maksudnya adalah nyeri pada kepala.

Nyeri kepala migrain (oleh orang awam) sering disebut sebagai nyeri kepala sebelah dan berdenyut. Nyeri kepala tipe ini sering berulang kambuh dengan intensitas nyeri sedang hingga berat. Nyeri kepala berat membuat penderita tidak dapat beraktifitas/bekerja. Aktifitas fisik (misalnya berjalan atau menaiki tangga) akan bertambah keluhan nyeri.


 

Bagaimanakah gejala & KELUHAN NYERI KEPALA tipe migrain?

 

SIFAT, LOKASI, INTENSITAS DAN LAMA KELUHAN

Nyeri kepala migrain adalah nyeri kepala yang biasanya 'berdenyut' di 'sebelah' kepala (satu sisi), berulang kambuh dengan intensitas nyeri sedang hingga berat yang berlangsung dalam 4-72 jam.

Keluhan nyeri akan bertambah dengan adanya aktifitas fisik (misalnya naik tangga).

Nyeri bisa juga dirasakan di seluruh kepala. Biasanya nyeri kepala dirasakan di lokasi yang sama, namun nyeri bisa juga pindah ke sisi lainnya.

Terdapat gejala lain yang menyertai nyeri kepala migrain yaitu gejala sebelum serangan, gejala saat serangan dan gejala sesudah serangan. Gejala lain saat serangan umumnya berupa mual dan muntah, fotofobia (takut cahaya, merasa 'silau') atau fonofobia (takut suara, merasa 'bising'), sehingga penderita migren lebih senang berdiam diri di ruangan gelap dan tenang.

Pada beberapa penderita, serangan migrain dapat mereda setelah tidur dan muntah.

 

RIWAYAT MIGRAIN

Pertama kali munculnya keluhan migrain dapat terjadi sejak anak-anak, remaja atau dewasa, namun bisa juga baru muncul pada saat lanjut usia.

 

REMISI

Diantaranya fase-fase serangan migrain, ada fase tanpa serangan (=masa 'remisi') yang dapat berlangsung selama beberapa minggu, bulan bahkan tahun, kemudian serangan migrain dapat muncul kembali.

Obat-obatan profilaksis (pencegah) dari dokter dapat mengurangi frekwensi serangan, dengan demikian kehidupan penderita migrain akan menjadi lebih baik dan lebih produktif.

 

Bagaimanakah keluhan penyerta pada migrain?

 

Aura & keluhan penyerta

Berbeda dengan nyeri kepala tipe tegang, nyeri kepala tipe migrain umumnya disertai dengan berbagai keluhan penyerta yang mendahului atau menyertai migrain, atau disebut juga dengan 'aura'.

Aura terjadi karena adanya 'gangguan aktifitas listrik' pada otak.

Aura pada migrain dapat berupa:

  • Gangguan penglihatan (visual), seperti: melihat separuh lapang pandang, melihat ada bercak hitam (scotoma), bergerak (scintillating scotoma), 'bintang',  kabut, kilau, garis terang zigzag/ bergerigi/ cahaya kilat, pandangan mata menjadi kabur atau mata terasa nyeri dan
  • Berbagai gangguan lainnya (non-visual).

Gejala penyerta lain (non visual) pada migrain:

  • Gejala rangsangan:
    • Keadaan mental : mudah tersinggung, bersemangat, hiperaktif, obsesif, jenaka.
    • Sensitif: peka terhadap cahaya  ('fotofobia'), suara ('fonofobia') dan bau-bauan, misalnya bau asap rokok.
    • Mual, muntah.
    • Hidung terasa mampet, berkeringat, ingin kencing.
    • Rasa kaku pada otot leher.
  • Gejala hambatan:
    • Keadaan mental : menarik diri, bingung, linglung, sulit mengingat dan sulit berkonsentrasi.
    • Mata terasa berat, menguap (ngantuk), ingin tidur.
    • Badan terasa letih, loyo, ingin pingsan, sempoyongan.
    • Bicara cadel.
    • Perut kembung.

Keluhan penyerta timbul sementara, akan hilang setelah serangan migrain berlalu. Keluhan penyerta pada orang yang berbeda maupun pada orang yang sama dapat berbeda-beda.

Gejala pendahuluan dapat muncul dalam 10-15 menit hingga beberapa jam sebelum serangan, pada saat itu penderita migrain biasanya sudah 'merasa' bahwa serangan migrain akan datang.

Gejala setelah serangan migrain

Pada saat KELUHAN NYERI KEPALA migrain mulai mereda, dapat timbul keluhan:

Kepala terasa 'kosong'.

  • Ngantuk, ingin tidur.
  • Merasa lelah , letih, pegal.
  • Perasaan 'datar' atau gembira .

 


Apakah yang dapat mencetuskan migrain?

Serangan migrain dapat dicetuskan misalnya oleh:

  • Makan / minum:
    • terlambat makan atau terlalu banyak makan.
    • makan jenis makanan tertentu.
  • Kurang tidur atau ada perubahan rutinitas / pola tidur.
  • Suasana : terlalu panas, silau, gaduh / bising, bau, asap rokok.
  • Psikologis: tegang, stres.
  • Letih bekerja.
  • Hormonal, misalnya migrain pada saat menstruasi ('menstrual migraine').
  • Kondisi kesehatan: alergi.

Pencetus migrain pada tiap orang berbeda-beda, jadi penderita migrain harus mengetahui apa saja yang dapat mencetus serangan migrain agar suatu saat bisa dikendalikan / dihindari.

Coklat dan keju bisa mencetuskan migrain pada seseorang, namun belum tentu akan mencetuskan migrain pada penderita migrain yang lain.

Makanan / minuman pencetus migrain, misalnya:

  • Minuman: alkohol, coklat, kopi.
  • Produk susu: keju, yoghurt.
  • Roti.
  • Daging : ikan herrring, salem, hati ayam, sosis, hot dog, daging asin, ikan asin, daging kornet.
  • Buah-buahan: kismis, pepaya, alpukat, pisang, sitrun.
  • Kacang-kacangan.
  • Sayuran: pete, bawang, leunca, kacang-kacangan, bawang.
  • Penyedap: kecap, MSG: Monosodium Glutamate (vetsin), bumbu kaldu, ragi.
  • Lainnya.

 


 

Bagaimanakah upaya & terapi mengatasi keluhan migrain?

Migrain merupakan nyeri kepala sedang-berat yang kambuhan.

Upaya mengatasi serangan migrain, misalnya:

  • Upaya non obat, yaitu:
    • Segera hindari faktor pencetus migrain.
    • Tidur 'di ruangan gelap'.
    • Kompres es di bagian kepala yang nyeri.
    • Transcutaneous electric nerve stimulation (TENS).
    • Biofeedback therapy.
    • Meditasi, yoga dan hipnotis.
  • Minum obat pereda nyeri (OBAT SAKIT KEPALA).
  • Minum obat pereda keluhan penyerta, misalnya obat anti mual-muntah dari dokter.
  • Minum obat 'migrain' dari dokter.

 


Bagaimanakah terapi mencegah serangan migrain?

 

Terapi  'profilaksis' migrain

Terapi profilaksis migrain adalah terapi untuk mencegah atau mengurangi jumlah serangan migrain atau untuk mengurangi beratnya serangan migrain.

Dengan meminum obat-obat profilaksis maka penderita migrain akan mempunyai kualitas dan produktifitas hidup yang lebih baik.

 

Terapi profilaksis diberikan dokter bila:

  • Frekuensi serangan migrain lebih dari 2 serangan per bulan, atau serangan jarang namun berat,
  • Terapi 'abortive' sering gagal mengatasi migrain,
  • Gejala aura sering muncul dan mengganggu.

 

Obat-obatan yang sering digunakan untuk terapi profilaksis migrain  misalnya:

  • Preparat 'Ergotamine': Ergonovine maleate.
  • Anti-depresan, misalnya: Amitriptyline.
  • Obat 'penyekat beta' ('beta blokers') , misalnya: Propanolol , Timolol, Nadolol, Atenolol.
  • Obat 'penyekat kanal kalsium'  ('calcium channel blockers'), misalnya: Verapamil ,  Clodinine, Diltiazem.
  • Golongan anti konvulsan, misalnya: Sodium valproat,  Topiramate.
  • Serotonergic drugs: Pizotifen, Cyproheptadine, Methylsergide.

 

Catatan tentang terapi profilaksis migrain:

  • Obat profilaksis migrain diminum setiap hari.
  • Manfaat obat mungkin baru dapat dirasakan setelah 1-3 bulan menjalani terapi.
  • Dalam hal pemilihan obat, perlu waktu pula untuk bisa menemukan obat yang 'cocok'.
  • Dokter akan meng 'evaluasi' dalam 4-6 bulan sampai 1 tahun, apakah obat-obatan akan diteruskan atau dihentikan.
Terakhir disunting pada
Apakah tulisan ini mencerahkanmu? Yuk beri bintang untuk tulisan ini:
  • Saat ini belum ada komentar, apa kamu ada komentar?

Stickies

  • Saat ini belum ada komentar, apa kamu ada komentar?

Lovies

  • Saat ini belum ada komentar, apa kamu ada komentar?

Tulis komentarmu

Tulis komentar sebagai tamu

0

Log in or create an account

Sign in with Facebook