Keluarga Lambung

FamiliaMedika.net

Pemeriksaan infeksi bakteri Helicobacter pylori

Pemeriksaan ada tidaknya infeksi bakteri Helicobacter pylori pada lambung dilakukan pada orang dengan keluhan sakit maag. Para ahli telah menemukan adanya kaitan sindroma dispepsia dengan infeksi bakteri Helicobacter pylori.

 

pemeriksaan helicobakter pylori


Helicobacter pylori dapat menular melalui kontak langsung  melalui air liur atau melalui makanan atau minuman yang tercemar oleh feses yang mengandung bakteri. Infeksi biasanya terjadi pada masa kanak-kanak. Setelah termakan, bakteri ini dapat hidup bertahun-tahun di dalam lambung. Bakteri ini tahan terhadap asam lambung.
Infeksi bakteri Helicobacter pylori dapat menimbulkan keluhan dispepsia kronik. Pada sebagian yang lain, infeksi Helicobacter pylori tidak menimbulkan keluhan dan tidak berbahaya.

Keberadaan bakteri Helicobacter pylori dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan laboratorium. Lesi yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri dapat berupa radang, luka (tukak) hingga mutasi sel (terjadi pertumbuhan sel kanker).

Pemeriksaan infeksi bakteri Helicobacter pylori

Terdapat berbagai teknik untuk mengetahui keberadaan bakteri Helicobacter pylori. Setiap teknik pemeriksaan mempunyai keunggulan dan kekurangan dalam hal akurasi, harga (biaya), kecepatan, kemudahan dan lainnya. Pemeriksaan keberadaan bakteri Helicobacter pylori dengan histopatologi-endoskopi dan pemeriksaan stool antigen test dapat memberikan hasil yang sangat akurat. 

Pemeriksaan laboratorium untuk bakteri Helicobacter pylori dapat berupa:

  • Pemeriksaan darah, yaitu mendeteksi IgG untuk bakteri Helicobacter pylori. Bila hasil tes menunjukkan IgG positif artinya seseorang pernah terinfeksi, namun tidak dapat menerangkan apakah infeksi lama ataukah saat ini masih terinfeksi.
  • Pemeriksaan nafas¸ yaitu tes nafas urea (C14-urea breath test): penderita minum cairan yang mengandung suatu radioaktif molekul karbon. Bila ada bakteri Helicobacter pylori, radioaktif akan terdeteksi dari hembusan nafas.
  • Pemeriksaan feses, yaitu stool antigen test, yaitu mendeteksi adanya antigen dari bakteri Helicobacter pylori di dalam feses.
  • Pemeriksaan endoskopi, yaitu saat dokter meneropong saluran cerna, dokter juga mengambil sampel jaringan (biopsi). Hasil biopsi kemudian dilihat dengan  menggunakan mikroskop oleh dokter ahli patologi.
Last modified pada
You don't have permission to view or post comments.

Cari

Polling: Beri kami pendapatanmu

Apakah kamu suka FamiliaMedika.net?

Saya sangat suka FamiliaMedika.net - 100%
Saya suka - 0%
Biasa saja - 0%
Saya tidak suka - 0%

Total votes: 2
The voting for this poll has ended on: 17 Apr 2013 - 13:03