KeluargaGinjal

Komunitas Keluarga Ginjal

Group keluarga ginjal dan hipertensi Group keluarga ginjal dan hipertensi

Obat anti hipertensi

obat anti hipertensi untuk turunkan / kendalikan tekanan darah tinggi

 

Apakah obat anti hipertensi?

Obat untuk menurunkan tekanan darah disebut sebagai obat antihipertensi.

Obat antihipertensi termasuk ke dalam golongan obat keras (daftar obat ‘G’), artinya obat-obat ini hanya boleh dibeli dengan resep dokter. Ciri obat keras adalah terdapat lingkaran warna merah pada kemasannya. Dengan demikian obat antihipertensi tidak dapat dibeli bebas di warung, hanya dapat dibeli di apotek saja.

Dalam membeli obat resep ada istilah obat ‘generik’ dan obat ‘paten’. Obat ‘generik’ mempunyai merek yang sama dengan isi / kandungannya. Misalnya obat antihipertensi kaptopril generik, mengandung kaptopril, dapat diproduksi oleh banyak pabrik farmasi. Diantara pabrik farmasi ada yang memberi merek obat untuk obat yang isinya kaptoril, obat ini bukanlah obat generik.

Obat paten adalah obat yang bermerek yang kandungan/isinya hanya bisa bisa diproduksi oleh satu pabrik farmasi. Perusahaan farmasi tersebut memilki ‘paten’ atas zat khasiat obat tersebut. Obat ‘paten biasanya merupakan obat baru yang belum bisa diproduksi oleh banyak pabrik obat.

Sampai kapan minum obat antihipertensi?

Pada umumnya obat hipertensi harus diminum sepanjang usia, apa lagi bila memiliki faktor risiko lain atau bila sudah disertai dengan adanya kerusakan pada organ target (jantung, ginjal, otak dan pembuluh darah). Terapi dengan obat antihipertensi bertujuan untuk mencegah kerusakan organ target lebih lanjut.

Ketika seseorang minum obat antihipertensi, maka pemeriksaan tekanan darah akan memperlihatkan hasil yang normal, namun hal ini bukan berarti bahwa ia sudah ‘sembuh’ dari hipertensi. Hipertensi primer dapat dikendalikan. Bila konsumsi obat antihipertensi dihentikan maka tekanan darah akan meningkat lagi. Bila tekanan darah kembali tinggi, maka risiko pengidap hipertensi untuk terjadinya kerusakan organ target hipertensi akan kembali menjadi tinggi.

Bila seorang pengidap hipertensi berhenti mengkonsumsi obat antihipertensi maka tekanan darahnya akan meningkat tak terkontrol. Kondisi ini sangat berbahaya, yaitu menimbulkan stroke (pada organ target otak), serangan jantung dan gagal jantung, penyakit ginjal dan gagal ginjal, serta kerusakan retina mata yang dapat menimbulkan kebutaan.

Jadi, yang terpenting dalam mengkonsumi obat antihipertensi adalah dapat mengkonsumsi secara lestari (terus-menerus). Upaya ini dapat dilakukan bila pengidap hipertensi bekerja sama dan melakukan kontrol berkala kepada dokternya.

Karena obat antihipertensi banyak jenisnya dari harga yang murah hingga termahal, maka diskusikanlah perihal ini kepada dokter/dokter keluarga anda.

Apa efek samping obat antihipertensi ?

Ada perbedaan efek samping dari masing-masing obat yang sifatnya individual, diantaranya dapat menimbulkan rasa pusing terutama pada perubahan posisi dari duduk menjadi berdiri (’hipotensi orthostatik’), rendah kalium akibat diuretik, gangguan tidur, mulut terasa kering, batuk, sulit BAB, depresi dan gangguan 'ereksi' pada pria.

Sampaikan efek samping tersebut kepada dokter. Dokter akan memilih obat golongan lain yang cocok untuk anda.

Manfaat obat hipertensi lebih besar dibandingkan dengan efek yang tidak diinginkan.

 

Last modified pada
You don't have permission to view or post comments.

Cari

Polling: Beri kami pendapatanmu

Apakah kamu suka FamiliaMedika.net?

Saya sangat suka FamiliaMedika.net - 100%
Saya suka - 0%
Biasa saja - 0%
Saya tidak suka - 0%

Total votes: 2
The voting for this poll has ended on: 17 Apr 2013 - 13:03
 

Blog ginjal